Sunday, June 4, 2017

Destinasi Wisata Hutan Mangrove Tukak Sadai



Bangka Selatan, TB - Destinasi wisata yang tergolong masih baru ini memang masih dalam perbaikan, dengan konsep wisata Hutan Mangrove dan juga adanya Jembatan Cinta akan semakin menarik minat para pengunjung. 

Sejak diresmikan Kawasan Wisata Hutan Mangrove Desa Tukak Sadai tercatat ribuan wisatawan lokal mengunjungi Desa Tukak yang juga disebut Desa Wisata Daur Ulang ini.
Selain itu, ada juga beberapa wisatawan manca negera serta wisatawan luar Bangka Belitung. 
Sebagai destinasi wisata yang baru diharapkan semakin banyak wisatawan yang datang. Sangat mengasyikkan selain lebatnya hutan mangrove kamu juga nantinya bisa berkeliling ke dalam hutan mangrove, bisa menggunakan perahu atau hanya berjalan di atas jembatan yang ada di dalamnya. 

Tempat wisata di Kepulauan Bangka Belitung ini tepatnya berada di Desa Tukak yang masih di dalam wilayah Kecamatan Tukak Sadai Kabupaten Bangka Selatan.(Revan) ">

Bumbu Lempah Kuning Masakan Khas Bangka



Pangkalpinang, TB – Lempah Kuning tidak hanya diminati oleh masyarakat Khususnya Bangka Belitung dan umumnya Nusantara, namun sebagian warga negara asing juga menyukai masakan yang kaya rempah-rempah dan sedikit asam. ini adalah cita rasa khas kuliner daerah yang patut dipertahankan.
 Bumbu Lempah Kuning
Veni Bumbu and Food : Bumbu Lempah Kuning kemasan
Veni Bumbu and Food membuat terobosan baru dengan meluncurkan produk terbaru Bumbu Lempah Kuning dalam kemasan dan siap saji. Ada 2 kemasan yaitu kemasan isi 200 gr. Sejak diluncurkan secara resmi Febuari 2017 lalu, respon konsumen terhadap produk bumbu khas Bangka ini sangat menggembirakan.

Venny Andriani selaku Owner Veni Bumbu and Food mengatakan bahwa Produk Bumbu Lempah Kuning dalam kemasan dan siap saji yang diproduksi oleh Veni Bumbu saat ini sudah memiliki jaminan halal dari LPPOM MUI Provinsi Bangka Belitung dengan Sertifikat halal nomor 311900001700317. Untuk perijinan PIRT yang botol kaca nomor 111197103027721 dan botol plastik PIRT nomor 211197101027721.

Venny Menambahkan Bumbu lempah kuning ini sangat praktis dan ekonomis, produk yang dijual adalah bumbu lempah kuning instan tanpa bahan pengawet dan sudah dikemas di dalam botol secara higienis, cocok sekali buat ibu rumah tangga sehingga tidak perlu lagi meracik sendiri bumbu lempah kuning dan Selain itu juga produk ini kami tujukan kepada warga yang ada di luar Bangka Belitung yang kangen masakan lempah kuning.
“Cara memasaknya sangat praktis masukkan bumbu ke dalam air rebus yang sudah mendidih, kemudian masukan ikan, daging atau pun ayam,” terangnya.
Venny menjelaskan bumbu lempah kuning siap saji ini terdiri dari bahan baku laos (lengkuas), kunyit, bawang merah, bawang putih dan cabe rawit. Ada beberapa bahan yang tidak dicampur di dalamnya seperti terasi dan asam, karena Menurut Venny kedua bumbu tersebut bisa dimasukan terpisah serta untuk terasi ada orang yang suka dan ada yang tidak suka.
” terus bila suka masukan asam atau pun nanas atau daun kedondong jangan lupa tambahkan garam dan gula bila suka,” ujarnya.
Sejak launching permintaan terus berdatangan terutama dari masyarakat Bangka yang berada di rantau, ingin menikmati sajian lempah kuning khas Bangka Belitung.

Untuk masalah harga masih relatif terjangkau, perbotol 200gram 25.000 rupiah Bumbu Lempah Kuning ini bisa sebagai oleh-oleh maupun konsumsi sendiri. Saat ini sudah tersedia di toko oleh-oleh khas Bangka atau bisa juga dengan pesan langsung di 081278900037 atau (BBM) D5E25415.

Selain bumbu lempah kuning dalam kemasan Veni Bumbu juga menyediakan bumbu basah, bumbu kering serta produk terbarunya Kunyit Asem.(Revan)

Kampong Urang Bangka

Pangkalpinang, TB - Kampong Urang Bangka adalah salah satu komunitas yang d bentuk untuk mengangkat adat dan budaya bangka, serta sebagai wadah persatuan untuk membangkitkan adat dan budaya bangka yang sudah mulai terlupakan oleh generasi muda dan remaja serta kemajuan jaman.

Kampong Urang Bangka juga bisa sebagai pengobat rindu dan kangen bagi saudara yang sudah lama merantau ke luar bangka.


Kampong Urang Bangka juga memiliki Pundok atau rumah singgah yang digunakan sebagai tempat berkumpulnya orang-orang Bangka ataupun orang yang datang dari luar Bangka baik tua ataupun muda untuk bersilaturahmi untuk lebih mengenal tentang adat dan budaya Bangka.

Selain wadah silahturahmi Pundok sendiri bisa dijadikan sumber informasi untuk kita mengetahui apa saja adat dan budaya Bangka, Sejarah pulau Bangka baik itu tempat wisata, permainan, makanan khas Bangka, ritual-ritual dan lain sebagainya.

Di Pundok Kampong Urang Bangka sendiri ada beberapa koleksi barang khas Bangka seperti Kerito Surong, Suyak, Dambus, suyak dan lain-lain serta ada beberapa kegiatan yang telah dilakukan Komunitas Kampong Urang Bangka seperti Pembuatan Film Pendekar Dek Pati Ingah I dan II, ada juga Pencak Silat, bercocok tanam, Pengajian, dan lain sebagainya.

Kampong Urang Bangka Memiliki slogan Melestarikan adat dan budaya Bangka, Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi dan KUB Makin Pek Adep.

Bagi yang berminat untuk berkunjung ke Pundok Kampong Urang Bangka alamatnya ada di jalan Kampung Melayu, gang Nyiur kota Pangkalpinang Bangka.(Revan)

http://komisimengalir.com/?reg=revanliwliw





 


Air Terjun Manjang Merah


Riau Silip, TB - Untuk menuju lokasi Air Terjun Manjang Merah ini kamu harus memiliki stamina yang cukup prima, karena medannya akan lebih berat dibandingkan dengan medan menuju Air Terjun Batu Berlubang.

 Letaknya memang lebih tinggi dibandingkan dengan Air Terjun Batu Berlubang, kira-kira sekitar 290 mdpl. Tempat wisata di Kepulauan Bangka Belitung ini sangat unik karena airnya yang berada di kolam paling bawahnya berwarna merah, dan ini karena efek dari bebatuan yang ada di dasar kolam.

Air terjunnya cukup tinggi dan berkontur undakan atau memiliki beberapa tingkat. Mungkin saja jika di total tingginya bisa mencapai 30 meter dari kolam di bawahnya.

 Lokasinya sendiri berada di di kaki Gunung Maras Desa Berbura, Kecamatan Riausilip.(Revan)

Air Terjun Batu Berlubang


Riau Silip, TB - Kabupaten Bangka tidak hanya memiliki wisata bahari saja, namun juga wisata alam lainnya seperti Air Terjun Batu Berlubang yang berada di kaki Gunung Maras. 

Untuk menuju ke lokasi air terjun membutuhkan waktu kurang lebih hampir 2 jam perjalanan dengan melewati perkebunan milik warga dan dilanjutkan dengan memasuki hutan.

Medan trackingnya bisa dibilang cukup berat, dan bagi yang belum pernah mendaki sebaiknya menggunakan pemandu dari desa terdekat. Air Terjun Berlubang ini memiliki ketinggian sekitar 150 mdpl jadi udasa sejuk dan dingin sangat terasa, maka rasa lelah perjalanan kamu akan segera hilang dengan berendam di kolamnya yang cukup luas. 

Yang cukup unik adalah air terjunnya ini melewati bebatuan yang atapnya berlubang. Tempat wisata di Kepulauan Bangka Belitung ini terletak di Desa Berbura, Kecamatan Riausilip, tepatnya di Dusun Buhir.(Revan)

Benteng Kuto Panji Belinyu



Belinyu, TB - Agak disayangkan situs cagar budaya Benteng Kuto Panji ini tampak tidak terawat dan banyak ditumbuhi semaka-semak di sekelilingnya. Benteng yang dibangun pada tahun 1664 hingga 1669 ini memiliki kisah dibalik kekokohannya yang kini masih tegak berdiri meskipun banyak bagian yang runtuh. 

Benteng Kuto Panji ini dibangun oleh Bong Khiung Fu yang masih ada hubungan erat dengan Kerajaan Tiongkok. Dan di dalam benteng ini terdapat Klenteng sebagai tempat peribadahan.

Dan konon katanya di dalam benteng ini terdapat harta karun sisa-sisa peninggalan Bong Khiung Fu, mulai dari perhiasan hingga keping uang ataupun emas. Selain itu ada hal unik loainnya di dalam tempat wisata di Kepulauan Bangka Belitung ini, yakni adanya tiga sumur yang airnya tidak pernah kering meskipun kemarau panjang. Dan air di dalam sumur tersebut dimanfaatkan bagi warga yang tinggal di kawasang Benteng Kuto Panji. Lokasinya sendiri terletak di Desa Kuto Panji, Kecamatan Belinyu.(Revan)

Ritual Mandi Belimau di Bangka




Bangka, TB - Mandi Belimau adalah adat dan budaya Bangka di desa Kimak.Kegiatan tersebut adalah salah satu rangkaian dalam Festival Depati Bahren 2017 di lubuk bunter desa Kimak, Limbung dan Jaddah Bangka Induk minggu, ( 21/5/2017).Ritual Mandi Belimau bertujuan untuk membersihkan diri menjelang bulan Ramadhan.Perayaan mandi belimau di lakukan seminggu sebelum puasa ramadhan.

Ritual adat mandi belimau di mulai dengan pengutaraan niat yang disertai doa-doa.Ritual tersebut di pimpin oleh KH.Ilyasak keturunan ke-5 dari depati Bahrin yang sekarang dia adalah pemuka adat di desa Kimak.Ritual mandi Limau di mulai dengan membasahi telapak tangan dari kanan dan kiri, kemudian kaki kanan dan kiri diteruskan dengan membasahi ubun - ubun dan anggota tubuh dengan siraman air jeruk Limau  menggunakan wadah gentong.

Masyarakat yang ingin di mandikan sebelumnya di anjurkn untuk berdoa terlebih dahulu ada juga masyarakat yang membawa pulang air tersebut karena di yakini mempunyai khasiat tertentu.Ritual adat mandi belimau ini adalah simbol - simbol yang baik untuk pensucian diri baik lahir maupun batin.Tradisi seperti ini wajib di pertahankan karena menyangkut adat dan budaya Bangka.


Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Babel A.Riva'i melalui sambungan telepon kepada TB( TelusurBangka ) mengatakan bahwa Festival Budaya bagian yang tak terpisahkan dari upaya pelestarian budaya yang telah ada atau pernah ada pada zamannya khususnya di provinsi Kepulauan Bangka Belitung.Kegiatan seperti ini sangat penting sebagai upaya mengenalkan kepada generasi muda tentang tokoh - tokoh penting yang hidup pada zamannya yang patut dihormati dan ditiru.
Disisi lain ditinjau dari segi pemanfaatan maka festival ini bisa memberi manfaat yang lebih besar apabila dikelola dengan lebih baik sehingga bisa mendatangkan kunjungan wisatawan ke bangka belitung,Ungkapnya.

Saat di tanya tentang dukungan pemerintah khususnya Disbudpar dengan adanya kegiatan seperti ini, A.Riva'i mengatakan menyangkut tradisi adat tentu kita ikuti yg sudah tumbuh dan berkembang di masyarakat.Tinggal keberpihakan terhadap dukungan dari pemerintah yang harus ada.Perihal dukungan tentu bergantung dari masyarakat, kiranya apa yg bisa pemerintah dukung agar event - event serupa dapat diwujudkan,Tutupnya.(Revan)

Saturday, June 3, 2017

Bedil Mainan Tadisional Saat Ramadhan




Pangkalpinang, TB -  Sejumlah anak - anak bermain petasan meriam bambu atau Bedil saat menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit dipinggir sungai rangkui kelurahan Pintu Air, kecamatan Rangkui Pangkalpinang, Sabtu(3/6/2017) sore.Meriam Bambu atau  Bedil ini hanya sering dimainkan selama bulan ramadhan.

Permainan tradisional yang terbuat dari batang bambu yang diisi minyak tanah dan potongan kain sumbu untuk mengeluarkan suara keras layaknya sebuah meriam zaman penjajahan dulu.

Pangkal bambu dilobangi dan dimasukan sumbu dari kain serta minyak tanah, kemudian dipancing beberapa kali dengan menggunakan kayu kecil yang sudah dibakar untuk mengeluarkan suara keras.

Pertemuan api dari kayu dengan kain dan minyak yang berada dilobang bambu akan menghasilkan bunyi cukup keras seperti bunyi meriam.



Disarankan agar yang mainnya juga harus yang profesional dan sudah terbiasa. Kalau yang belum terbiasa takutnya Api tersebut menyambar wajah.

Kendati meriam bambu atau bedil ini suaranya  cukup keras namun bagi sebagian warga merasa senang mendengarnya karena menjadi ciri khas Ramadhan.

Permainan Tradisional ini pun sekarang tidak banyak lagi yang mainnya dikarenakan sudah berkurangnya batang bambu dan minyak tanah,ditambah lagi banyaknya permainan modern yang membuat sebagian anak-anak melupakan permainan ini.(Revan)

Friday, June 2, 2017

Destinasi Wisata Desa Kota Kapur





Kota Kapur, TB -  Rasa penasaran untuk melihat langsung Prasasti Kota Kapur , Benteng dan candi kota kapur mendorong saya dan teman - teman dari ACT Babel, Yayasan Muara Kasih Bunda untuk datang ke lokasi di desa Kota Kapur kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka Induk, Kamis(25/5/2017).Dari buku sejarah Bangka yang saya baca, disini ada candi, benteng, dan prasasti. Ini berarti satu-satunya candi yang ada di Pulau Bangka.

Ketika sampai di lokasi, ada tanjakan dan plang Benteng Kota Kapur Selatan di kiri, dan plang Benteng Kota Kapur Utara di kanan. Benteng ini sama sekali berbeda dengan dua benteng di Bangka (benteng Kuto Panji dan benteng Toboali), karena 2 benteng ini masih ada sisa bangunan temboknya, sedangkan benteng Kota Kapur merupakan gundukan tanah liat sekarang banyak ditumbuhi lalang dan semak belukar.
Perkiraan usia benteng tanah liat ini berdasarkan analisa carbon dating antara tahun 532-869 M, dengan demikian pada abad ke 6 sudah ada kelompok masyarakat maju di lingkungan tembok ini. 


Keberadaan bangunan suci candi menandakan masyarakatnya sudah berbudaya tinggi.
Jika kita berjalan melewati areal utara benteng, masuk ke perkebunan karet warga ada plang Candi Kota Kapur. Di bawah plang ada gundukan tanah tinggi sekitar 50 cm dan ada patok paralon semen. Mungkin patok ini sebagai penanda supaya lokasi ini tidak boleh diganggu. Berdasarkan informasi masyarakat bahwa di bawah gundukan tanah tersebut ada candi. Sayangnya sama sekali tidak kelihatan candi yang di maksud.

Batu prasasti tersebut isinya persumpahan bagi siapa yang memberontak terhadap kerajaan Sriwijaya akan kena kutukan, tertulis “608 Saka, hari pertama paruh terang bulan Waiskaha” (28 Februari 686 M) Replika batu prasasti ini bisa dilihat di museum di Pangkalpinang dan museum di Muntok.
Untuk Replikanya sebentar lagi di desa kota kapur akan ada karena beberapa waktu yang lalu sudah di letakan batu pertama untuk pembuataan replika dari prasasti kota kapur tersebut.(Liw)

Wisata Alam Bukit Gebang


Nangka, TB    - Wisata Alam Bukit Gebang yang berlokasi di Desa Nangka, Kecamatan Airgegas Bangka    Selatan  ini   menawarkan   keindahan alam   perbukitan       dengan        pemandangan hamparan  hutan   hijau   dan perkebunan lada. 
Apalagi bagi pecinta wisata alam, Bukit Gebang bisa jadi referensi terbaru untuk dijelajahi dengan medan jalan yang tidak terlalu sulit.Kita bisa menggunakan kendaraan roda dua atau empat dan sampai di gerbang menuju Bukit bisa di parkir.Dan bersiaplah untuk melakukan perjalanan sekitar 10 menit untuk sampai di puncak bukit.
Banyak spot yang didesain sangat menarik mulai dari tempat bersantai bertuliskan “I Love U”, rumah pohon dan berbagai spot menarik untuk menikmati alam Bangka yang sejuk.Selain itukita bisa menikmati matahari terbit dan terbenam juga pilihan tepat jika cuaca mendukung.

Asjanto bersama istri wisatawan asal Pangkalpinang mengatakan untuk naik ke puncak bukit lumayan tinggi jadi mereka menggunakan jasa ojek dengan ongkos 5 ribu pulang pergi dari parkiran sampai ke atas.
Asjanto menambahkan kalau jalan kaki sungguh melelahkan tapi saat sampai di puncak sungguh indah pemandangan wisata alam bukit gebang ini yang mana dihiasi pepohonan dan bebatuan serta pemandangan yang begitu eksotis," Subhanallah luar biasa indahnya pemandang bukit ini tidak kalah dengan tempat wisata lain", ungkapnya.Asjanto berpesan Mari kita kunjungi dan lestarikan alam wisata pulau Bangka yang tak kalah indahnya dengan tempat wisata daerah lain.
Hal serupa dikatakan juga oleh Venny wisatawan asal Pangkalpinang yang sangat mengagumi keindahan bukit gebang yang mana sangat cocok untuk memanjakan mata serta berselfi ria bersama teman - temannya." Walaupun lelah dalam perjalanan tapi sangat puas dengan refresing kali ini", teranganya.

Salah satu pemuda desa Nangka yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan pengunjung bukit gebang lumayan ramai, dihari biasa sampai ratusan kalau untuk hari libur bisa mencapai ribuan.Bagaimana apa anda tertarik berkunjung ke sana? (Revan)

Unggulan

Kampong Urang Bangka

Pangkalpinang, TB - Kampong Urang Bangka adalah salah satu komunitas yang d bentuk untuk mengangkat adat dan budaya bangka, serta se...