Friday, December 22, 2017

JELAJAH MALAM BABEL episode VILLA kosong LUBUK SUNTER BANGKA



Ini lah hasil penelusuran team jelajah malam bangka belitung di villa kosong kawasan lubuk sunter bangka belitung kamis malam tanggal 21 desember 2017 pukul 23.30WIB.

Kami mohon maaf ada beberapa video tidak bisa kami tampilkan dikarenakan beberapa HP team kami eror dan ada sebagian adegan tak bisa kami tampilkan mrngingat  demi menjaga privasi dan tidak layak untuk kami tampilkan..

Pada dasarnya villa tersebut tidak di huni oleh mahluk gaib dan meskipun ada tapi pada dasarnya mahluk tersebut tidak pernah mengganggu manusia.
Dan apabila ada masyarakat yang melintas di kawasan tersebut dan melihat hal2 aneh itu hanyalah sugesti belaka.

Dan kejadian kejadian yang di alami oleh mediator kami tadi malam adalah salah satu bentuk eksistensi dari mahluk astral yang ingin menunjukkan kepada kami bahwa mereka ada dan tidak pernah mengganggu apabila tidak diganggu.
Jaga kesopanan,jaga etika kita slama hidup di dunia karena dunia ini bkn hanya di huni oleh manusia saja.

Saksikan terus penelusuran kami di tempat lainnya.

#JELAJAH MALAM BANGKA BELITUNG

# SIAPA TAKUT

Sunday, December 17, 2017

Pengungkapan di Dua tempat secara bersamaan


Penelusuran team Jelajah Malam Babel di 2 tempat pada minggu malam 17 desember 2017 di Rumah kosong depan SMPN 1 MERAWANG dan Mengungkap misteri seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas di jalan raya Pal 9 sebelum jembatan batu rusa.. Hasil penelusuran pertama di rumah kosong depan SMPN 1 MERAWANG bermacam mahluk astral yang ada disana akan tetapi cukup menjadi misteri .saat saya bersama team mencoba menggunakan mediator mendapat penolakan dari mahluk astral dtempat tersebut..akhirnya team pindah ke lokasi kedua di jalan raya pal 9 dmn jalan tersebut sangat sering trjadi kecelakaan lalu lintas...hasil dari pengungkapan kami menggunakan mediator gaib ternnyata kecelakaan ditempat tersebut bukan karena pengaruh gangguan mahluk gaib akan tetapi karena kelalaian manusia itu sendiri dalam brkendaraan....

Serta beberapa pesan juga disampaikam pada tayangan video di atas... Ikuti terus penelusuran kami team jelajah malam Babel hanya di sini....

Friday, December 15, 2017

Penelusuran JELAJAH MALAM BABEL di Tugu PAHLAWAN 12 Bangka



Inilah Video hasil penelusuran saya bersama team saya JELAJAH MALAM BABEL (Jelma Babel ) di Kawasan Tugu Makam Pahlawan XII desa Petaling Propinsi Babel tadi malam pada hari Kamis 14/12/2017 pukul 23.00 menggunakan Mediator Gaib.
Tujuan kami adalah sebatas hiburan sekaligus ingin mengungkap sejarah dari sisi Gaib dan sekaligus ingin memperkenalkan kepada Masyarakat Luas Bahwa kami masyarakat Babel juga memiliki Pahlawan perjuangan yang patut kami Banggakan karena Mereka telah berjuang mempertahankan Babel dari jajahan belanda pada tahun 1946.

Hasil penelusuran kami tadi malam ingin menguatkan fakta sejarah yang sudah tertulis.
Akan tetapi inilah hasilnya..
Apa yg sudah sejarah catat itulah kebenarannya.

Kita wajib mengenang jasa2 para pahlawan kita dan wajib mendoakan mereka yang telah mendahului kita.tanpa perjuangan mereka kita tidak akan bisa sprti ini.kewajiban kita adalah meneruskan perjuangan mereka denfan cara menjaga keutuhan NKRI ...

Tidak ada kebenaran sejati di video kami.krn kebenaran adalah milik ALLAH SWT ...

JELAJAH MALAM BABEL  #SIAPAAAAAAA_TAKUUUTTTTTTTTTTTTT


Inilah catatan singkat tentang sejarah dari perjuangan Pahlawan 12 yang saya kutip dari berbagai sumber.
 Salah satu Peristiwa bersejarah yang terjadi adalah perjuangan yang dilakukan oleh masyarakat bangka di bawah pimpinan  Kapten Samad Idris dan Kapten Munzir Talib dengan membentuk dan  memimpin pasukan bernama PBM (Pasukan Berani Mati) di Bukit Ma Andil Kecamatan Mendo Barat desa Petaling dan desa Cenkong Abang.
Perjuangan itu dilakukan untuk mengusir dan menghadang tentara Belanda di Muntok yang berniat dan berusaha  untuk menguasai pusat pemerintahan Bangka Belitung  di Kota Pangkalpinang.
Penyergapan  itu terjadi bertepatan pada Pukul 12.00 WIB, Tanggal 12 Rabiul awal 1367 H , di KM 12  Petaling yang mengakibatkan gugur nya 12 orang  pasukan PBM di medan pertempuran.Dalam usaha untuk menghadang gerakan  Tentara Belanda di daerah Kelapa, Puding, Km 16 Petaling dan Muntok dan akhirnya masuk ke garis pertahanan di KM 12.
Sementara itu Kontak senjata di Bangka sendiri terjadi sejak mendaratnya tentara sekutu di Muntok pada hari senin tanggal 11 Februari 1946 sekitar jam 16.00 sore (berdasarkan instruksi No. 7 tanggal 2 Februari 1946 yang dikirim oleh Mayor Jenderal H.M. Chambers komandan divisi India 26 untuk wilayah Sumatera kepada komandan batalyon 3 resimen Stoottroepen Belanda).
 Kontak senjata terjadi diberbagai daerah antara lain :
  1. Desa Kelapa pada hari selasa tanggal 12 Februari 1946
  2. Desa Puding pada tanggal 12 Februari 1946 dalam pertempuran di Desa Puding ini ditampilkan segi Mesianistis dan ketokohan H. Muhammad Nur. Segi Messianistis adalah gerakan perwujudan mencapai Eschaton (tujuan akhir) yang dihubungkan pada hal hal mistis sehingga harapan messianistis sering dilandaskan kepada kepercayaan akan kekuatan dan kesaktian sang tokoh.
  3. Kilometer 12 diBukit Ma Andil pada tanggal 12 Februari (ada tulisan kontradiktif yang menyatakan adanya perundingan yang dihadiri Usman Ambon, kiswoto, Munzir, Muhidin dan tokoh TKR lainnya pada pagi hari tanggal 14 Februari 1946 untuk membahas rencana menahan laju tentara sekutu dan NICA di Puding dan km 12 diBukit Ma Andil sedangkan menurut Usman Ambon tanggal 12 Februari telah terjadi pertempuran di Puding dan km 12).Sehingga  diusulkan ke Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka lokasi Bukit Ma Andil dapat dijadikan sebagai situs Sejarah yang dilindungi UU No. 5 Tahun 1993
  4. Tanggal 15 Februari jam 10 pagi di Belinyu (tidak ada pembumi hangusan Kota Belinyu berdasarkan bukti benda dan Penghianatan etnis Tionghoa terhadap perjuangan)
  5. 18 Februari 1946 pertempuran di Tanjung Berikat.

Profile Singkat 12 Pahlawan Bangka Belitung Yang Gugur

Inilah nama-nama dan sejarah Pahlawan 12 bangka yang gugur dalam medan pertempuran :
1. Ali Samidadalah seorang putra Bangka yang berasal dari Desa Nibung Koba. Semasa pemerintahan Jepang, Ali Samid Muda pernah bekerja sebagai pegawai Doane (pegawai pelabuhan) di Kota Agung Lampung. Setelah Jepang menyerah kepada sekutu, Ali Samid pulang ke Koba. Mendengar kabar bahwa Belanda kembali akan menjajah negerinya, semangat juang Ali Samid bergelora. Ia kemudian bergabung dengan TRI yang dipimpin ayahnya yakni H.Muhammad Nor.
Pada hari Kamis 14 Februari 1946,  Ali Samid dan ayahnya H.Muhammad Nor, berangkat ke Desa Petaling. Namun bapak dan anak ini ditempatkan dimedan perang yang terpisah.  H.Muhammad Nor bertugas memimpin pasukan di Km 16 Petaling sedangkan Ali Samid bergabung dengan TRI yang dipimpin oleh Kapten Munzir yang mengemban tugas menarik pasukan di Km 12 dan Km 16 untuk bertahan di Pangkalpinang. Namun tiba di Km 12, Ali Samid dan kawan-kawan diberondong senjata Belanda. Kamis, 14 Februari 1946 Ali Samid dan H Muhammad Nor gugur membela bangsa. Keduanya dimakamkan ditempat terpisah. H Muhammad Nor dimakamkan di TPU Desa Petaling, sedangkan Ali Samid dimakamkan satu lubang bersama sebelas pejuang lainnya di Km 12 Bukit Ma Andil.
2. Jamher
Berusia kurang lebih 22 tahun, berasal dari pulau Jawa bertempat tinggal di Sungailiat dan pernah mendapat didikan Heiho di zaman Jepang. Di Sungailiat, bersama sejumlah teman-temannya, Jamher bergabung menjadi anggota TRI.
Sama seperti Ali Samid, Jamher merupakan anak buah Kapten Munzir yang diperintahkan untuk menarik pasukan di Km 12 dan Km 16 Petaling. Pada saat diberondong peluru Belanda di Km 12, Jamher masih sempat menyelamatkan seorang rekannya yang nyaris menjadi sasaran tembak tentara Belanda. Pada saat Belanda siap menembak seorang temannya itu, Jamher yang pada saat itu sudah tertembak berteriak keras sambil melindungi rekannya. Saat Jenazahnya ditemukan, mulut Jamher tampak seperti Tersenyum.
3. Saman Samin
Saman Samin berasal dari TRI Kompi Koba berumur kurang lebih 40 tahun. Beliau seorang putra Bangka, namun tidak diketahui pasti dari desa mana. Sebelum bergabung dengan TRI, Saman Samin hanya seorang petani. Karena dorongan semangat untuk berjuang Saman Samin meninggalkan kebunnya dan berjuang bersama TRI. Kamis 14 Februari 1946, ia ditugaskan mendampingi Kapten Munzir untuk menarik pasukan di Km 12 dan Km 16 Petaling.
4. KamsemBerasal dari Semarang Jawa Tengah berumur antara 20-22 tahun. Kamsem ditugaskan ke Bangka bersama beberapa TRI dari Palembang untuk membantu kekuatan TRI di Bangka. Ia ditugaskan di Pangkalpinang dan bersama Kapten Munzir hendak menarik pasukan di Km 12 dan Km 16 Petaling.
5. A Madjid GambangA Madjid Gambang merupakan TRI dari kompi Belinyu, kelahiran Pangkalpinang, beliau seorang pejuang yang terkenal pemberani dan berwatak keras. Jiwa patriotiknya sudah tertanam sejak kecil. Selalu mengutamakan kepentingan bangsa daripada kepentingan keluarga. A Madjid Gambang termasuk TRI pilihan, bersama 19 orang TRI lainnya, ia masuk dalam jajaran inti Pasukan Berani Mati (PBM) yang bermarkas di Belinyu pimpinan Kapten Saman Idris. Berdasarkan nama ke 20 orang anggota PBM yang dipimpin Kapten Saman Idris, A Madjid Gambang merupakan satu-satunya anggota PBM yang gugur di KM 12. Ia gugur dalam usia yang masih sangat muda, kurang lebih 21 tahun.
6. Karto SalehKarto Saleh lahir di Desa Petaling Kecamatan MendoBarat, usianya kurang lebih 21 tahun. Ayahnya bernama Saleh asal Pulau Jawa yang saat itu menjadi penghulu di Desa Petaling. Sedangkan ibunya bernama Jar, Warga Desa Petaling. Saat terjadi pertempuran di Km 12, Karto yang merupakan anak buah Munzir Thalib ini mendapat perintah menarik pasukan TRI di Km 12 untuk kemudian bertahan di Kota Pangkalpinang. Namun begitu tiba di Km 12, Karto yang saat itu sebagai sopir yang membawa Munzir dan lima orang TRI lainnya langsung diberondong oleh tentara Belanda. Karto, putra Desa Petaling itu gugur di tempat. Beliau mengalami luka tembak di bagian kening, tepat diantara kedua matanya.
7. Suardi Marsam alias BugelJiwa patriotiknya mulai terpupuk saat ia menjadi anggota Heiho. Ketika Heiho dibubarkan, pejuang yang berasal dari Kampung Jawa Belinyu ini bergabung dengan TRI Kompi Belinyu. Suardi yang akrab dipanggil Bugel berwatak keras pantang menyerah. Ia pernah keluar dari TRI tanpa diketahui alasan yang jelas. Namun pada saat mengetahui rencana Belanda untuk kembali menguasai pulau Bangka, semangat patriotik Suardi berkobar dan memutuskan untuk bergabung kembali dengan TRI. Ia gugur dalam usia yang masih muda, kurang lebih 22 tahun.
8. Abdul Somad TholibSebelum bergabung dengan TRI Bangka, Abdul Somad Tholib menjadi anggota Heiho dan bertugas di Palembang. Ketika Heiho dibubarkan, Abdul Somad Tholib pulang ke kampung halamannya yakni Kampung Jawa Belinyu. Di Belinyu ia bersama  sejumlah rekannya bergabung menjadi anggota TRI. Pada tanggal 14 Februari 1947,  Abdul Somad Tholib gugur membela bangsa dalam usia antara 20-22 tahun.
9. Adam Cholik
Adam Cholik juga berasal dari Kampung Jawa Belinyu. Seperti halnya Abdul Samad Tholib, Adam Cholik juga pernah ditugaskan di Kota Palembang sebagai anggota Heiho. Ketika RI merdeka, Heiho dibubarkan, Adam Cholik dipulangkan ke kampung halamannya.
10. Sulaiman SaiminSulaiman Saimin adalah sosok pribadi pendiam namun memiliki semangat juang yang berkobar. Beliau juga mantan anggota Heiho dari Palembang dan kemudian bergabung dengan Kompi TRI Belinyu. Dalam perjalanan saat hendak menuju medan perang Km 12, Sulaiman sempat dicegat oleh Saimin ayahnya agar Sulaiman mengurungkan niatnya untuk bertempur. Namun demi sebuah perjuangan, Sulaiman putra Kampung Jawa Belinyu ini tidak menghiraukan bujukan ayahnya. Dia terus melanjutkan perjalanan ke Km 12 Petaling bersama TRI serta Pasukan Berani Mati dari Kompi Belinyu.
Beberapa hari sebelum berangkat ke Km 12 Petaling, Sulaiman berjanji pada kekasihnya seorang warga keturunan, untuk menikahi gadis itu sepulang dari medan perang. Hal ini pula yang sebenarnya membuat ayah Sulaiman meminta anaknya itu untuk tidak ikut bertempur lantaran  hendak dikawinkan. Namun janji suci itu tidak tersampaikan, Sulaiman gugur setelah sebutir peluru menembus keningnya. Ia dikuburkan dalam satu lubang bersama 11 pejuang yang gugur lainnya. Ketika dilakukan penggalian dan pemindahan kerangka keduabelas pahlawan itu pada tanggal 8 November 1973, salah satu kerangka (tengkorak) yang masih dikenali oleh pihak keluarga pejuang adalah kerangka Sulaiman. Saat digali tengkorak kepalanya masih utuh dan ditemukan sebuah gigi emas yang masih melekat di rahang atas tengkorak. Gigi emas ini pula yang menjadi petunjuk bagi keluarganya mengenal tengkorak Sulaiman.
11. Salim AdokTak banyak yang mengetahui asal usul  beliau termasuk kiprah perjuangannya. Namun dalam catatan perjuangan Muchtar Cholik, Salim Adok merupakan anggota TRI Kompi Belinyu.
12. Apip AdiUsianya diperkirakan sekitar 20 tahun. Apip Adi berasal dari Desa Air Duren Kecamatan MendoBarat. Menurut keterangan Yohansyah salah seorang keponakan Apip Adi, saat bertempur di Km 12, kondisi  Apip Adi sedang tidak sehat badan. Sementara keterangan dari H Separdi dan Daud (alm), saat bertempur melawan Belanda, Apip Adi naik diatas pohon cempedak tak jauh dari sisi jalan. Beliau banyak menembak tewas tentara Belanda. Saat jenazahnya diketemukan, tubuh Apip Adi dipenuhi peluru. Ia tertembak saat sedang melakukan perlawanan sengit dari atas pohon cempedak.
“Saya merasa ngeri saat melihat jenazah beliau. Tubuhnya dipenuhi bekas tembakan dan peluru. Ia seorang pejuang yang gigih  pantang menyerah,” kenang H Separdi yang mengaku hadir saat pemakaman Apip Adi dan 11 orang rekannya, pada hari Kamis malam 14 Februari 1946.
Setelah mengetahu profile singkat dari para pahlawan 12, sungguh luar biasa perjuangan mereka menghalau tentara Belanda.
Pahlawan 12  Sudah sangat di kenal oleh masyarakat Pulau Bangka, Keberanian dan kegagahan dari ke-12 Pahlawan ini sewaktu menghadang dan menghancurkan satu batalion tentara Belanda yang berangkat dari kota Muntok menuju kota Pangkal Pinang diabadikan dalam sebuah Monumen yang diberi nama  ‘Tugu Pahlawan 12 ‘  Tepatnya di Desa Petaling. Fenomena yang menarik dari ke-12 pahlawan ini adalah  Angka nya serba ” 12 ” ( twelve kata orang england ).  Entah Kebetulan atau tidak ada 12 Tentara Keamanan Rakyat yang gugur melawan penjajah pada tanggal 12 Robiul Awal 1367 H pukul 12.00 siang  di km 12  Petaling.  Keduabelas Pejuang ini dimakamkan dalam satu lubang di kaki Bukit Ma Andil dan diabadikan dengan nama Pahlawan 12. Ini Nama nama dari ke 12 Pahlawan yang gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.
Pada tanggal 8 November 1973, atas perintah Bupati Bangka yang ketika itu dijabat oleh M Arub, Kerangka para pejuang ini digali dan dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Padma Satria Sungailiat. Sebelum dibawa ke Sungailiat, sempat diinapkan dulu  satu malam di Kantor Camat Mendobarat. Keesokan harinya, tanggal 9 November 1973 Kerangka para pahlawan tersebut diberangkatkan ke Sungailiat dengan pengawalan ketat. Pada tanggal 10 November 1973 dimakamkan kembali dengan upacara militer dalam rangka memperingati Hari Pahlawan ke-28.
Untuk Mengenang Jasa dan Perjuangan dari ke-12 orang Kusuma Bangsa ini, Pemkab Bangka membangun monumen Pahlawan 12. Peletakan batu pertama monumen berlangsung pada tanggal 19 Desember 1980 dan diresmikan pada tanggal 14 Febuari 1981, bertepatan dengan peringatan ke 35 tahun tragedi pertempuran di Kilometer 12 Petaling.
Sayangnya, pembangunan monumen tak diimbangi dengan perhatian terhadap bekas makam para Pahlawan 12 yang sangat dihormati oleh  Masyarakat Bangka dan warga Mendobarat Khususnya. Kendati Kerangka para pahlawan sudah digali dan dipindahkan. namun Bekas makam itu dibiarkan terlantar dan dilingkari batu bata yang telah berlumut serta nisan dari bekas botol syrup. Beginikah cara kita menghargai para pejuang bangsa atau memang kita lupa akan Pengorbanan para Pahlawan Negeri . Sesuatu yang  patut kita Renungkan jangan sampai Perjuangan Mereka jadi Potret Sejarah yang Terlupakan


Unggulan

Kampong Urang Bangka

Pangkalpinang, TB - Kampong Urang Bangka adalah salah satu komunitas yang d bentuk untuk mengangkat adat dan budaya bangka, serta se...